Istana – Istana Pemerintah Negara Republik Indonesia

Hal-Hal Aneh DIDUnia 97 
Mari kita simak istana-istana Pemerintahan Negara Republik Indonesiaaaa... cuss :

1. Istana Negara, Jakarta
http://klikhotel.com/blog/wp-content/uploads/2015/08/ 
Merupakan salah satu dari dua istana di kompleks Istana Presiden di Jakarta. Istana Negara merupakan bangunan yang lebih tua. Istana ini menghadap Ciliwung (Jln. Veteran) dan awalnya dibangun pada tahun 1796-1804 sebagai rumah peristirahatan seorang pengusaha Belanda, J.A van Braam. Istana ini kemudian diambil alih oleh pemerintah Hindia Belanda sebagai sentra acara pemerintahan serta kediaman para Gubernur Jendral Belanda. Istana ini kemudian disebut Istana Rijswik. Istana ini sekarang digunakan hanya untuk seremonial saja.
Pada mulanya bangunan yang berarsitektur gaya Yunani kuno itu bertingkat dua, namun pada tahun 1848 bab atasnya dibongkar, dan bab depan lantai bawah dibuat lebih besar untuk memberi kesan lebih resmi. Bentuk bangunan hasil perubahan 1848 inilah yang bertahan hingga sekarang, tanpa perubahan yang berarti. Luas bangunan ini lebih kurang 3.375 meter persegi.

Sesuai dengan fungsi istana ini, pajangan serta hiasannya cenderung memberi suasana sangat resmi, bahkan kharismatik. Ada dua buah cermin besar peninggalan pemerintah Belanda, disamping hiasan dinding karya pelukis – pelukis besar, ibarat Basoeki Abdoellah.

Banyak peristiwa penting yang terjadi di Istana Negara. Diantaranya ialah ketika Jendral de Kock menguraikan rencananya kepada Gubernur Jendral Baron van der Capellen untuk menindas pemberontakan Pangeran Diponegoro dan merumuskan strateginya dalam menghadapi Tuanku Imam Bonjol. Juga dikala Gubernur Jendral Johannes van de Bosch menetapkan sistem tanam paksa atau cultuur stelsel. Setelah kemerdekaan, tanggal 25 Maret 1947, di gedung ini terjadi penandatanganan naskah persetujuan Linggarjati. Pihak Indonesia diwakili oleh Sutan Sjahrir dan pihak Belanda oleh Dr. Van Mook.

Istana Negara berfungsi sebagai sentra acara pemerintahan negara, diantaranya menjadi tempat penyelenggaraan program – program yang bersifat kenegaraan, ibarat pelantikan pejabat – pejabat tinggi negara, pembukaan musyawarah, dan rapat kerja nasional, pembukaan kongres bersifat nasional dan internasioal, dan tempat jamuan kenegaraan.

Sejak masa pemerintahan Belanda dan Jepang hingga masa pemerintahan Republik Indonesia, sudah lebih kurang 20 kepala pemerintahan dan kepala negara yang menggunakan Istana Negara sebagai kediaman resmi dan sentra acara pemerintahan Negara.

2. Istana Merdeka, Jakarta
http://3.bp.blogspot.com/-bQpUvp-mteE/Ug9Q1QsOUnI/AAAAAAAAAQw/RIv4DVJ231M/s1600/ 
Terletak di kompleks yang sama dengan Istana Negara. Istana ini pertama kali disebut Istana Gambir. Istana dengan luas sekitar 2.400 m² ini dibangun pada tahun 1873 oleh arsirtek Drossares pada masa pemerintahan Gubernur Jendral Louden dan tamat pada tahun 1879 pada masa pemerintahan Gubernur Jendral Johan Willem van Landsbarge dalam kaveling yang sama dengan Istana Rijswijk yang mulai sesak.

Pada masa awal pemerintahan Republik Indonesia, istana ini menjadi saksi sejarah dilakukannya penandatanganan naskah pengukuhan kedaulatan Republik Indonesia Serikat oleh Pemerintah Belanda pada tanggal 27 Desember 1949. Republik Indonesia Serikat diwakili oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX, sedangkan Kerajaan Belanda diwakili oleh A.H.J Lovink, Wakil Tinggi Mahkota di Indonesia.

Setelah penandatanganan naskah kedaulatan Republik Indonesia Serikat, bendera merah putih dikibarkan menggantikan bendera Belanda, bersamaan dengan dinyanyikannya lagu Indonesia Raya dan pekik merdeka oleh bangsa Indonesia. Sejak dikala itu nama Istana Gambir diganti menjadi Istana Merdeka.

Istana ini hanya didiami oleh Presiden Soekarno, Presiden Abdurahman Wahid dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Presiden Soeharto lebih senang tinggal di kediamannya di Jln Cendana, Menteng sementara Presiden B.J.Habibie tinggal di daerah Patra Kuningan.Presiden Megawati pun memilih tinggal di kediamannya di Jalan kebagusan atau Jalan Teuku Umar. Kini Istana ini hanya digunakan untuk seremonial alasannya Presiden lebih sering berkantor di Bina Graha di kompleks yang sama.

3. Istana Bogor, Bogor
http://www.tempatwisataid.com/wp-content/uploads/2015/05/ 
Istana Bogor merupakan istana paling cantik di antara istana kepresidenan yang lain. Istana ini dulunya disebut Buitenzorg. Istana Bogor dibangun pada bulan Agustus 1744 dan berbentuk tingkat tiga. Pada awalnya merupakan sebuah rumah peristirahatan bagi Gubernul Jendral Van Imhoff. Ia sendiri yang membuat denah dan membangunnya dari tahun 1745-1750, mencontoh arsitektur Blehheim Palace, kediaman Duke Malborough, erat kota Oxford di Inggris. Istana ini terus mengalami perubahan setiap pergantian gubernur jendral.

Dalam perjalanan sejarahnya, bangunan ini sempat mengalami rusak berat sebagai akhir serangan rakyat Banten yang anti Kompeni, di bawah pimpinan Kiai Tapa dan Ratu Bagus Buang, yang disebut Perang Banten 1750 – 1754. Kemudian istana ini pernah rusak berat akhir gempa 1834. Dibangun kembali pada tahun 1850 dan gres terwujud secara utuh pada masa kekuasaan Gubernur Jendral Charles Ferdinand Pahud de Montagerdan. Pada tahun 1870 menjadi kediaman resmi gubernur Hindia Belanda.

Setelah kemerdekaan istana ini sering digunakan untuk acara kenegaraan ibarat mendapatkan tamu negara. Istana ini memiliki koleksi seni yang tiada tara ibarat lukisan Basuki Abdullah, patung dari Swedia dan Polandia, Tengkorak Harimau dari Siam, Lukisan Russia. Istana yang berada satu kompleks dengan Kebun Raya Bogor memiliki populasi rusa yang didatangkan pribadi dari Nepal yang sangat cantik di tamannya

4. Gedung Agung, Yogyakarta
https://utiwidagdo.files.wordpress.com/2010/10/ 
Istana ini terletak di sentra kota Yogyakarta tepatnya di ujung jalan Maliboro. Gedung Agung awalnya dibangun sebagai rumah kediaman resmi residen Ke-18 di Yogyakarta, Anthonie Hendriks Smissaert. Arsiteknya yakni A. Payen dan dibangun pada bulan Mei 1824 dengan gaya bangunan yang mengikuti arsitektur Eropa yang diubahsuaikan dengan iklim tropis. Bangunan ini rampung pada tahun 1869.

Gedung ini menjadi saksi sejarah ketika Bung Karno berkantor di situ dikala masa Republik. Di gedung ini pula Jendral Sudirman dilantik sebagai Panglima Besar TNI. Saat ini Gedung Agung menjadi kantor dan kediaman resmi Presiden dikala di Yogyakarta. Di depan gedung ini terdapat patung penjaga dari kerikil Andesit yang mengawasi istana ini dengan setia.

5. Istana Cipanas, Cipanas
http://www.palacehotel.co.id/id/wp-content/uploads/sites/2/2015/01/ 
Istana ini terletak di kaki Gunung Gede di desa Cipanas. Istana ini bermula dari sebuah bangunan yang didirikan pada tahun 1740 oleh pemiliknya pribadi, seorang tuan tanah Belanda berjulukan Van Heots. Namun pada masa pemerintahan Hindia-Belanda, tepatnya mulai pemerintahan Gubernur Jenderal G.W. Baron van Imhoff (1743), alasannya daya tarik sumber air panasnya, dibangun sebuah gedung kesehatan di sekitar sumber air panas tersebut. Kemudian, alasannya kharisma udara pegunungan yang sejuk serta alamnya yang bersih dan segar, bangunan itu sempat dijadikan tempat peristirahatan para Gubernur Jenderal Belanda.

Setelah kemerdekaan Indonesia, secara resmi gedung tersebut ditetapkan sebagai salah satu Istana Kepresidenan Republik Indonesia dan fungsinya tetap digunakan sebagai tempat peristirahatan Presiden atau Wakil Presiden Republik Indonesia beserta keluarganya, ibarat halnya Camp David di AS. Istana ini dilengkapi kebun dan taman yang cantik seluas 22 hektar. Peristiwa penting di Istana ini yakni berlangsungnya siding kabinet yang dipimpin oleh Presiden Soekarno pada Desember 1965, yang menetapkan perubahan nilai uang dari Rp 1.000,- menjadi Rp 1,-.

Di Istana ini disimpan koleksi lukisan dan gesekan karya seniman terkenal ibarat Basuki Abdullah dan Lee Man Fong. Istana ini awalnya dibangun untuk kediaman pengusaha Belanda.

6. Istana Tampak Siring, Bali
http://klikhotel.com/blog/wp-content/uploads/2015/08/ 
Istana Tampaksiring yakni satu-satunya istana yang dibangun setelah Indonesia merdeka, yang terletak di Desa Tampaksiring, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali. Diprakarasi oleh Presiden Soekarno, istana ini dibangun oleh arsitek R.M Soedarsono dari tahun 1957-1960.

Nama Tampaksiring berasal dari dua buah kata bahasa Bali, yaitu “tampak” dan “siring”, yang masing-masing bermakna telapak dan miring. Konon, menurut sebuah legenda yang terekam pada daun lontar Usana Bali, nama itu berasal dari bekas tapak kaki seorang raja yang berjulukan Mayadenawa. Raja ini pandai dan sakti, namun sayangnya ia bersifat angkara murka. Ia menganggap dirinya tuhan serta menyuruh rakyatnya menyembahnya. Akibat dari tabiat Mayadenawa itu, Batara Indra marah dan mengirimkan bala tentaranya. Mayadenawa pun lari masuk hutan. Agar para pengejarnya kehilangan jejak, ia berjalan dengan memiringkan telapak kakinya. Dengan begitu ia berharap para pengejarnya tidak mengenali jejak telapak kakinya.

Usaha Mayadenawa gagal. Akhirnya ia ditangkap oleh para pengejarnya. Namun, sebelum itu, dengan sisa-sisa kesaktiannya ia berhasil menciptakan mata air beracun yang menimbulkan banyak janjkematian bagi para pengejarnya setelah mereka meminum air dari mata air ciptannya itu. Batara Indra pun menciptakan mata air yang lain sebagai penawar air beracun tersebut. Air Penawar racun itu diberi nama Tirta Empul (yang bermakna ‘airsuci’). Kawasan hutan yang dilalui Raja Mayadenawa dengan berjalan di atas kakinya yang dimiringkan itulah yang dikenal dengan nama Tampaksiring.

Selain istana presiden, kompleks ini juga berisi balai pertunjukan dan gedung konferensi. Sudah banyak pemimpin negara yang tinggal di istana ini ibarat Presiden Ne Win dari Birma (sekarang Myanmar), Presiden Tito dari Yugoslavia, Presiden Ho Chi Minh dari Vietnam, Perdana Menteri Nehru dari India, Perdana Menteri Khruchev dari Uni Soviet, Ratu Juliana dari Negeri Belanda, dan Kaisar Hirihito dari Jepang.

7. Istana Wakil Presiden, Jakarta
http://www.wapresri.go.id/file/2015/08/
Istana tempat Wakil Presiden Indonesia berkantor ini terletak di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.  Istana ini bersebelahan dengan kantor Kedutaan Amerika Serikat.

Istana ini juga pernah menjadi istana perdana menteri Hindia Belanda dan berjulukan Indische Woonhuis.

Artikel Ini diambil dari
https://springocean83.wordpress.com/2014/04/02/istana-istana-pemerintah-negara-republik-indonesia/
Follow My Instagram : brahmasujana 
like + subscribe youtube : https://www.youtube.com/channel/UCTl8PGi3IPV5hIg2PtqweoQ