Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

10 Alasan Jatuh Cinta pada Jogja

Hal-Hal Aneh DIDUnia 97

Jogja yaitu penggoda ulung yang berilmu memikat hati siapa saja yang datang berkunjung. Dalam waktu singkat saja, ada begitu banyak orang dibuat jatuh cinta olehnya. Mulai dari kesederhanaan, keramahan, seni dan budaya, masakan hingga ritme hidup yang berbeda dan khas menjadi alasan mengapa banyak orang tak ingin pergi dari daerah ini.

Jogja dengan senang hati menjadi saksi jungkir baliknya kehidupan muda Anda. Ia juga jadi rumah bagi ribuan orang dari aneka macam pelosok nusantara yang ingin membuka mata terhadap ilmu pengetahuan. Lebih dari itu, Jogja akan menemani Anda dikala beranjak sampaumur atau menghabiskan masa tua. Itulah hal yang membuat Anda menjadi tergila-gila pada Jogja. Ia tak sekedar sederhana, namun juga terbuka bagi siapa saja yang ingin menjadi bab darinya.

1. Jogja itu Sederhana dan Ramah
Kesan pertama yang Anda rasakan selama berada di Jogja yaitu sederhana dan ramah. Kekasih yang satu ini tahu betul caranya mengambil hati tiap orang yang datang. Siapa yang tak suka dengan sebuah kesederhanaan, terlebih lagi jikalau hal itu disandingkan dengan sebuah keramahan tanpa balas. Keduanya menjadi kolaborasi yang pas yang sudah mengakar semenjak berabad-abad silam dan terus terjaga hingga sekarang. Ia juga tak pernah berubah, meskipun telah sekian lama Anda tinggalkan. Ia masih ramah dan sederhana menyerupai yang Anda kenal dulu.


2. Jogja itu Berseni dan Berbudaya
Di tengah kuatnya pengaruh budaya luar yang tak pernah jengah menyusup masuk ke dalam budaya lokal, Jogja tak lantas mengalah begitu saja. Ia tetap bisa menjaga nilai-nilai seni dan budaya yang telah ada semenjak berabad-abad silam. Terkadang memang terkesan kuno, tapi disadari atau tidak, kedua hal tersebut merupakan penyeimbang kehidupan masyarakat. Seni dan budaya yang melekat padanya yaitu kepribadian Jogja yang tak mungkin luruh digerus zaman.


3. Jogja itu Fotogenik
Jogja dalam kamera selalu terlihat rupawan. Tak ubahnya seorang model cantik nan fotogenik, ia terlihat menarik meskipun dipandang dari aneka macam sudut. Paras menawannya tak berubah semenjak dahulu, bahkan semakin hari, ia tampak semakin muda. Jika sudah begini, bagaimana kita tak jatuh cinta padanya?


4. Jogja itu Gudang Tempat-tempat Menarik
Hampir setiap sudut Jogja itu mempesona. Ia hadir bagai sebuah Indonesia mini. Bayangkan saja, puluhan pantai, candi, goa, daerah belanja hingga wisata sejarah tersebar di aneka macam pelosok kota gudeg ini. Sehingga wajar saja bila piknik asyik menjelah tempat-tempat menariknya yaitu salah satu aktivitas wajib bagi mereka yang datang ke Jogja.


5. Jogja itu Rumah Bagi Para Mahasiswa dan Pelajar
Setiap tahunnya, ada ribuan mahasiswa dan pelajar yang datang berduyun-duyun untuk menimba ilmu di kota ini. Universitas-universitas dan sekolah-sekolah terkemuka menyerupai berkumpul jadi satu, menjadi rumah yang mendewasakan bagi mereka yang berasal dari aneka macam penjuru Indonesia. Tahun demi tahun dilewati dan tanpa disadari, kita mulai terbiasa dengan semua yang ada di sini, entah itu soal selera, etika hingga ritme kehidupan yang tentu saja berbeda dengan daerah asal. Di daerah inilah para pelajar dan mahasiswa mencar ilmu hidup mandiri, lepas dari orang bau tanah hingga karenanya menemukan cinta sejatinya di Jogja.


6. Jogja itu Mistis Tapi Romantis
Siapapun yang pernah tinggal di Jogja pasti tahu ihwal mitos penguasa laut selatan yang konon begitu cantik nan mempesona atau ihwal bunyi drumband yang tiba-tiba terdengar di pagi buta tanpa tahu dari mana asalnya. Mitos tersebut begitu santer berkembang di masyarakat sehingga tak heran jikalau daerah ini terkesan mistis. Namun, di balik semua mitos nan mistis itu, Jogja juga hadir dalam rupa yang romantis. Cerita ihwal senja di pantai selatan hingga berbelanja di Malioboro, semuanya terasa manis alasannya yaitu itu terjadi di Jogja.


7. Jogja itu Serba Murah
Predikat sebagai kota pelajar yang telah disandang Jogja selama berwindu-windu menjadikannya sebagai sobat yang baik, tak hanya bagi para pelajar, melainkan bagi siapa saja yang tinggal di sana. Jogja menjadi rumah yang nyaman bagi mereka yang berkantong pas-pasan. Tak ada yang perlu ditakutkan, alasannya yaitu rupiah sebesar sepuluh ribu saja sudah berarti makan enak.


8. Jogja itu Surga Kuliner
Orang yang berasal dari luar Jogja sering berkata, “Ah…Jogja itu apa-apa manis, sampai-sampai nasi putih pun manis!” Itu hal yang wajar alasannya yaitu mereka hanya kenal bakpia dan gudeg saja. Namun, di balik parasnya yang manis, Jogja juga menjadi sentra masakan serba pedas yang bisa membuat perut mulas. Ada pula masakan nusantara yang dapat mengobati rasa rindu akan kampung halaman. Jogja tak melulu hadir dengan masakan manisnya, ia bahkan begitu berilmu dan kreatif membuat olahan yang mungkin hanya akan Anda temui di sini


9. Jogja itu Santai 
Rasanya tak berlebihan jikalau Jogja diberi julukan kota yang santai, di mana kehidupan berlangsung tanpa tergesa-gesa. Iramanya terasa lebih lamban dan tenang, namun ia pasti. Anda tak harus memulai perjalanan berjam-jam sebelum berangkat kuliah, sekolah atau bekerja alasannya yaitu ia lebih lengang dari kota-kota lain. Anda pun tak harus tergesa-gesa, alasannya yaitu ia bukan pendidikan militer. Anda cukup melaksanakan semuanya dengan kalem dan normal.


10. Jogja itu Rumah Bagi Semua Orang, dari yang Kreatif hingga Hiperaktif ataupun Tak Aktif Sama Sekali
Di Jogja, semua jenis insan diterima dengan tangan terbuka, mulai dari bawah umur yang kreatif menciptakan sesuatu, hiperaktif sehingga tak bisa membisu barang sebentar saja, hingga yang tak aktif sama sekali. Mereka akan diberi daerah yang sama nyaman dan layaknya. Jogja terbuka bagi siapa saja tanpa babat pilih. Ia bagai ibu asuh yang dengan tabah mendidik anak-anaknya menjadi diri sendiri. Ia tak pernah memaksa kita menjadi orang Jogja, tapi kita sendirilah yang akan dengan senang hati menganggapnya sebagai rumah kedua alasannya yaitu kita merasa diterima dan tetap dihargai di sini.

Artikel ini diambil dari
http://terselubung.in/10-alasan-jatuh-cinta-pada-jogja/