Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

5 Kalimat Jujur yang Bikin Cinta Kandas


Tak selamanya jujur itu membawa mujur. Contohnya saja, ada beberapa kalimat yang apabila diucapkan pada pasangan justru akan membawa dampak buruk pada korelasi Anda, bahkan mampu menimbulkan putus.

Mungkin bagi Anda kalimat tersebut yakni kalimat biasa, tetapi bahwasanya justru tidak biasa bagi orang lain yang mendengar. Ada yang membuat pasangan kehilangan doktrin diri, ada pula yang akibatnya menjadi tidak yakin lagi pada Anda.
Waspadai kalimat-kalimat di bawah ini:

“Aku kan memang menyerupai ini dari dulu… terima saya apa adanya dong”
Kalimat mendapatkan apa adanya bahwasanya yakni sebuah kalimat yang terkadang hanya basa-basi. Tak ada orang yang selalu mampu mendapatkan apa adanya. Semua orang menginginkan mendapatkan yang terbaik.

Ucapan ini juga sebaiknya tidak dikatakan pada pasangan, alasannya yakni membuat pasangan menyerupai terlalu menuntut dan tidak mampu mendapatkan Anda apa adanya. Lebih baik koreksi diri sendiri terlebih dahulu dan mencari yang terbaik bagi berdua.

“Kamu menyerupai mantanku”
Tidak ada seorang pria yang mau dimiripkan dengan mantan. Catat ya, TIDAK ADA!

Dan apabila mungkin Anda merasa si ia menyerupai dengan mantan, lebih baik simpan hal itu untuk diri sendiri saja. Biarkan menjadi diam-diam Anda dan tak perlu mengungkit mantan di depannya.
Jujur soal fisiknya
Soal fisik ternyata yakni sebuah hal yang sensitif. Memang sih sebaiknya tidak usah berbohong soal kondisi fisik, tetapi Anda juga tak harus menyakitinya dengan pernyataan jujur yang membuat ia kehilangan doktrin diri.
Kekurangan fisik toh mampu diperbaiki, Anda mampu menunjukkan tips padanya dan berbicara dengan lebih halus namun efektif untuknya.

“Aku bosan sama kamu”
Ada kalanya dalam korelasi memang muncul rasa bosan dan kekosongan, apalagi kalau bertemu hampir setiap hari dan menjalani rutinitas saja. Tetapi jangan terang-terangan bilang kalau Anda sedang bosan. Ubah saja beberapa rutinitas sehingga kebosanan itu akan hilang.


“Kamu hampir tepat di mataku”
Tidak ada insan yang sempurna. Pun demikian, bukan berarti seseorang itu tak mampu menjadi pasangan yang tepat bagi Anda kan? Sempurna tak harus diartikan mampu melaksanakan segalanya kolam Tuhan. Cocok dan membuat Anda selalu nyaman saja sudah cukup untuk menjadi alasan Anda mempertahankan hubungan.