Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Atlantis Tidak Tenggelam ke Dasar Laut Namun Tersapu Tsunami

Hal-Hal Aneh DIDUnia 97
Telah lama dipandang sebagai kota mitos yang adidaya, hilang selama lebih dari 2.000 tahun di bawah laut. Para penjelajah telah melaksanakan perjalanan ke Kreta, Malta, Sisilia dan Santorini untuk mencari metropolis misterius Atlantis – yang dijelaskan dalam detail oleh filsuf Yunani Plato.


Seorang jago komputer Jerman mengklaim puing-puing kota Atlantis mungkin tidak terletak di bawah laut, melainkan di pesisir Maroko. Kota metropolis kuno tersebut beliau katakan dihantam gelombang tsunami besar 2.000 tahun yang lalu, yang kemudian surut dan meninggalkan puing-puing kota


Michael Hubner mengklaim bahwa Atlantis bekerjsama dihantam oleh tsunami, yang kemudian surut dan meninggalkan puing-puing yang belum ditemukan, di bersahabat pantai Marrakesh.
Ahli komputer Jerman membentuk teorinya dengan menggunakan matematika untuk menghitung koordinat GPS yang sempurna dari kota yang hilang tersebut.
Secara cermat beliau mengumpulkan setiap detail yang beliau dapat dari ‘Timaeus’ dan ‘Critias’ nya Plato yang menggambarkan Atlantis secara rinci dan menunjukkan total 51 petunjuk wacana kota misterius tersebut.
“Petunjuk-Petunjuk” itu termasuk bahwa Atlantis berada di bersahabat laut dan memiliki struktur menyerupai cincin sekitar pusatnya. Juga dikatakan bahwa kota itu terletak 3.100 mil dari Athena. Daerah ini meliputi Eropa, Afrika dan Timur Tengah.
Petunjuk lain ialah bahwa Atlantis tidak di Eropa kuno atau Asia dan memiliki gunung-gunung yang sangat tinggi dan besar, sesuai dengan Maroko yang memiliki Pegunungan Atlas. Dikatakan juga bahwa atlantis berada disebelah barat Mesir dan Tyrrhenia.
Menggunakan rincian ini Hubner menempatkan pengukuran ke dalam jadwal komputer dan menggunakan peta yang membagi wilayah tersebut menjadi 400 kotak. Hubner kemudian menemukan bahwa wilayah yang sesuai dengan petunjuk-petunjuk itu ialah dataran Souss Massa di Maroko, sekitar 100 km sebelah selatan dari Marrakesh. Dia kemudian mengambil koordinat GPS dan pergi kesna untuk melihatnya sendiri.

Dan luarbiasanya di wilayah terebut Hubner menemukan situs yang memiliki banyak keserupaan dengan Atlantis yang digambarkan 2.600 tahun yang lalu oleh Plato, yang dianggap sebagai salah satu pemikir Barat terbesar.
Situs yang ditemukan Hubner memiliki 51 kesamaan dengan petunjuk-petunjuk Plato termasuk dikelilingi oleh lingkaran-lingkaran konsentris


Situs ini berada di cekungan gurun hanya tujuh mil dari laut dan di tengahnya ada gundukan kecil, menyerupai dengan kawasan yang tinggi di jantung kota kuno yang dijelaskan oleh Plato. Sekitarnya ialah dasar sungai kering yang melingkar, cocok dengan deskripsi Plato wacana kota yang dikelilingi oleh bulat konsentris, yang berganti-ganti antara darat dan laut.
Ilustrasi Atlantis dan Plato


Hubner menyimpulkan bahwa sangatlah tidak mungkin bahwa semua karakteristik Atlantis hadir di kawasan ini murni secara kebetulan.
Teori ini digambarkan sebagai ‘yang paling meyakinkan di atas kertas’ oleh Mark Adams dalam bukunya, “Meet me in Atlantis”
Adams menulis: “Pengukuran untuk diameter cincin terluar dan jarak ibukotanya dari Samudera Atlantik bervariasi hanya sekitar 10 persen dari angka Plato.”
Penulis juga menemukan pinjaman untuk inspirasi Hubner yang mengatakan atlantis bukan karam ke laut, tetapi dibanjiri oleh gelombang besar. Daerah di sekitar Souss Massa rentan terhadap gempa bumi, yang dapat mengakibatkan tsunami dengan ukuran yang diharapkan untuk meratakan kota.
Hubner telah mengklaim bahwa inspirasi Atlantis berada di bawah laut itu hanyalah rujukan dari unsur-unsur kasatmata dari dongeng yang telah hilang selama bertahun-tahun ketika diceritakan kembali.
Juga Maroko secara historis belum diperiksa oleh arkeolog, menunjukkan banyak puing-puing yang belum ditemukan yang mungkin memegang kunci untuk kota yang hilang, mampu ada.
Hubner merumuskan teorinya pada tahun 2008. Sebelum meninggal pada 2013 ia bertemu Adams dan membawanya ke tempat yang beliau temukan dari perhitungan.
Banyak teori-teori (tepatnya hipotesis) menempatkan Atlantis sebagai kota yang karam di dasar laut.
Awal tahun ini orichalcum, bentuk logam, ditemukan di bawah laut di lepas pantai Sisilia dan diyakini berasal dari metropolis hilang. Sebanyak 39 ingot ditemukan di bangkai 2.600 tahun kapal kargo bau tanah dianggap dari Yunani.
Artikel ini diambil dari
http://terselubung.in/atlantis-tidak-tenggelam-ke-dasar-laut-namun-tersapu-tsunami/