Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Remaja ingin Bunuh Diri Akibat Kecanduan Foto Selfie Berlebihan

: Foto selfie memang menjadi demam isu semenjak lima tahun terakhir hingga ketika ini. Begitu banyak dewasa di dunia ini telah melaksanakan foto selfie, bahkan ada hingga yang kecanduan foto selfie hingga hampir kehilangan nyawanya.


Foto

Hal inilah yang dialami oleh seorang dewasa yang berusia 19 tahun. Remaja ini telah kecanduan foto selfi hingga berlebihan dan hal ini membuatnya hampir putus asa dan ingin bunuh diri.

Kecanduan ini berawal semenjak ia berusia 15 tahun. Saat itu ia telah menghabiskan banyak waktu untuk melaksanakan agresi selfienya tersebut semoga terlihat sempurna.

Remaja yang berjulukan Danny Bowman ini mengaku ia menghabiskan waktu sekitar 10 jam setiap harinya hanya untuk foto selfie. Ia juga sering mangkir sekolah dan mengurung diri di kamar untuk melaksanakan foto selfie.

Danny mengatakan bahwa semenjak ketika ia mulai kecanduan foto selfie ia mulai malas sekolah, malas makan, dan malas untuk melaksanakan acara apa pun. Yang hanya ia pikirkan ialah bagaimana ia mampu tampil tepat di foto selfienya tersebut.

Bahkan ia juga mengatakan bahwa bila foto selfienya terlihat jelek maka ia merasa sangat marah dan berputus asa. Ia pernah mencoba meminum obat-obatan hingga mengalami overdosis.

Namun, untunglah Danny segera di bawa kerumah sakit dan dapat di selamatkan. Namun, ibunya masih berusaha untuk memperlihatkan terapi untuk menghilangkan kecanduannya tersebut. Sang ibu yang berjulukan Penny mengaku bahwa kecanduan anaknya tersebut sudah kelewatan batas.

Pihak medis mengatakan bahwa Danny mengalami gangguan dismorfik Obsessive Compulsive Disorder (OCD) yang dapat membuat penderitanya merasa selalu cemas dengan penampilannya. Selain itu ia juga akan merasa penampilannya selalu jelek, dan tidak mampu sempurna.

Akibat dari kecanduan Danny itu ia harus kehilangan sekolah, teman, kesehatan, hingga hidupnya. Tapi untung lah semenjak menjalani terapi dengan cara menjauhkannya dengan gadget semoga ia tidak mampu selfie, membuat kondisinya semakin membaik.

Kini Danny menyadari bahwa tidak ada insan yang sempurna, dan ingin melupakan kecanduan anehnya itu.