Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ini Jawaban Jokowi soal Wacana 5 Hari Sekolah yang Gegerkan Dunia Pendidikan.. !!

Presiden Joko Widodo mengunggah sebuah status di laman Facebooknya soal perihal lima hari sekolah atau full day school, Senin (14/8/2017).
Dalam status Facebook tersebut, Jokowi meminta kepada masyarakat agar tak perlu merisaukan soal perihal tersebut.
Jokowi mengingatkan, bagi yang selama ini menjalani pendidikan sekolah selama enam hari untuk tetap melanjutkan aktivitas enam hari sekolah sebagaimana mestinya.
Begitu pula bagi yang ingin menerapkan lima hari sekolah.
Jokowi mempersilahkan diselenggarakannya lima hari sekolah, selama banyak sekali pihak mendukung, serta masyarakat dan ulama juga mengizinkan.
"Tak perlu risau soal perihal lima hari sekolah (full day school).
Yang selama ini bersekolah enam hari dalam seminggu, silakan lanjutkan. 
Tidak perlu berubah hingga lima hari.
Begitu juga yang sudah menerapkan lima hari sekolah. Kalau memang diinginkan oleh semua pihak, diinginkan masyarakat dan ulama, ya silakan.
Untuk kedua kalinya aku tegaskan..." Tulis Jokowi.




Dalam unggahan tersebut, Jokowi juga mencantumkan foto empat anak kecil yang berseragam Sekolah Dasar (SD).
Mereka tampak melambaikan tangan dan melebarkan senyumnya dalam foto tersebut.
Unggahan ini telah di share sebanyak 3,728 kali dan mendapat 26 ribu likes dari netizen.
Sementara itu, kolom komentar unggahan tersebut juga dipenuhi curhatan dari netizen soal permasalahan pendidikan yang dirasakan oleh masyarakat secara langsung.
Aminudin Arsenal, "maaf pak presiden, di tingkat tempat ataupun sekolah, mampu saja salah dalam memahami atau mengimplementasikan kebijakan pusat. munculnya penolakan barangkali alasannya yakni pemangku kebijakan terutama di tingkat daerah/sekolah dalam menerapkan FDS tidak melibatkan unsur masyarakat (selain orangtua/walisiswa). sehingga, wajar dikala pada akibatnya kebijakan tingkat sekolah diterapkan ada pihak-pihak yang merasa dirugikan. dan bagi sebagian masyarakat yang menolak, mungkin tidak akan menuduh sekolahnya, tetapi sebagai kebijakan pusat... (ataupun menjadi salah satu alibi dari sekolah yang menerapkannya).
wallohu a'lam bishshowaab.
terima kasih."
Sarjan Zamzam, "udahlah pak,jngn buat aturan yg g g,,jngn paksakn rakyat dngn hal2 yg g prlu,, dr dulu.skolah itu senin sp sabtu,bnyk kok yg pinter."
Christiana Eva Pertiwi, "Kurikulum skul tiap thn berubah n nilai kkm naik trs, kasihan anak2 pergi pagi pulang mlm ky pergi k kantor, mesti ny lbh byk praktek ny dr pd berguru teori trs, tlg d pertimbanganjan pak presiden tks."
Rizky Perdana Putera, "Di Finlandia, Sistem Pendidikan Terbaik No.1 di Dunia sekolah cm 5 jam Pak. Dan mereka menjadi yg Terbaik di Bidangnya masing2. Sekolah full day cm menguras waktu, tenaga, pikiran, biaya dan tidak efektif Pak. Dan di Finlandia semua Pendidikan Gratis."
Nor Roihan, "Yang kami butuhkan yakni kejelasan peraturan pak.. Bukan kata kata ngambang begini. Bagaimana kemudian kurikulum yang harus digunakan?"
Fajar Yahya, "Ya ttp harus ada ketegasan dari pemerintah.. jngan lanjut silahkan nggak jg silahkan.. lah peranan pemerintah ngapain pak..?? "lanjutkan jika di setujui semua pihak" pro dan kontra pasti ttp ada. Dan melihat reaksi publik selama ini paling jg ttp bnyak yg menolak. Tpi tolong eta ketegasanya sedikit lah.."
Iyantz Kee, "Banyak yg gagal fokus sm pnjelasan bpk presiden jokowi, itu maksud y kn yg 5ful day school tuh gak diwajibkan untuk semua murid sekolah, itu system hanya untuk sekolah2 yg emng para orang bau tanah y oke dg penerapan system itu (5fulldayschool) dan yg 6hari sekolah ttp ada dan gak prnah dihilangkan yess jd singkat y itu tuh pilihan kita sbgai orang tua&murid tinggal pilih mo masuk yg 5 full day apa yg 6day kyk biasa itu, heran gue aje yg kgk tinggal di indonesia paham masa klian yg typ hari liat berita,typ hari nongkrongin sosmed dan typ hari tinggal di indonesia gk ngerti jg sii, jd inti y pnjlsan pakdhe diatas tuh gk ada paksaan harus wajib 5full day gak harus yess kn ada tuh yg udh jln 6day yaa lnjutkan aja gitu aje kok repot." 
sumber: Tribunnews.com