Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jika Menara Pisa Miring 4 Derajat, Benarkah Gedung DPR Miring 7 Derajat?

DPR berulang kali mengeluhkan Gedung Nusantara I, yang menjadi kantor anggota DPR, miring. Bahkan, kemiringan ini diklaim mencapai 7 derajat. Apa benar?

Isu ini pernah merebak ketika tahun 2010 silam. Waktu itu, sempat tercetus wangsit mendirikan bangunan anyar menggantikan gedung Nusantara I yang memiliki 24 lantai itu.

Wacana tersebut pada kesudahannya kandas alasannya derasnya arus penolakan publik. Kemudian, tahun 2015 perihal ini muncul lagi ke permukaan dalam rangka 7 proyek penataan daerah parlemen. 

Mengenai kemiringan, coba bandingkan dengan Menara Pisa di Italia. Secara kasatmata, Menara Pisa terlihat sangat miring. Tetapi tahukah Anda? Dari banyak sekali sumber, ternyata kemiringan Menara Pisa 'hanya' 3,99 derajat atau nyaris 4 derajat.
Kemiringan 7 derajat ini bekerjsama sudah dibantahkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Jika benar gedung Nusantara I DPR miring 7 derajat, maka akan mengalami simpangan miring sejauh 8 meter. Dengan simpangan sejauh itu, semestinya gedung tersebut sudah tidak berpengaruh menopang bebannya.

"Dengan ketinggian gedung 99 meter, apabila terjadi kemiringan 7 derajat maka (gedung) akan mengalami simpangan (miring) 8 meter," terang Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian PU Sumaryanto Widayatin tahun 2010 silam.


Kini, perihal pembangunan gedung gres DPR kembali mencuat ke permukaan. Ada banyak sekali macam alasan yang disampaikan oleh wakil ketua DPR Fahri Hamzah. Pertama, DPR memang memerlukan gedung gres alasannya kenaikan jumlah anggota dewan. Kedua, gedung Nusantara I yang sudah 15 tahun berdiri dinilai sudah tidak layak dan disebut-sebut miring.

"Ini gedung heritage, nggak ada lagi penambahan tempat. Anggota DPR ini nambah jadi 575. Dulu anggota DPR ketika gedung itu dibangun tahun '88 cuma 40 orang kurang, 40 orang nggak punya staf," kata Fahri di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (14/8). 

Sumber : detik.com