Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Hal Hal Yang Dibenci Teman Main


- Seringkali kita berkomunikasi dengan sesama insan alasannya kita ialah mahluk sosial. Kehidupan sehari hari sering dibawa ketika mengobrol ibarat bermain hape ketika sedang mengobrol dengan sahabat sendiri tetapi perlu anda ketahui ketika sedang mengobrol itu ada perasaan sahabat anda tidak suka dengan anda atau bisa dilihat disini.

1. Membosankan 

Jangan bercerita berlebihan mengenai mengenai apa yang gres saja sobat lakukan. Misalnya, “sobat, saya punya kendaraan beroda empat ferrari 458, Capacity : 4449cc, Engine : V 8 direct fuel injection, Max Power : 560 hp @ 9000rpm, Max Torque : 540 nm @ 6000rpm, Standart option : F1 Transmission,F1 Traction Control,Dual Clutch, 0-100 in 3,2 seconds,Topspeed over 325 km/h, dan bla..bla…bla….:

Widiiiiiih mantaap.! lengkap sudah yang di bahas. Nah.! ini sobat, ini yang buat saya jengkel dan tambah bosan ihwal mobil. Maklum belum bisa beli.. Tapi tahu gak sobat,? rata-rata orang tidak terlalu tertarik dengan kisah semacam itu, yang mengekspose kemampuan diri.

Carilah topik yang mengarah pada hal-hal yang agresif atau hal-hal yang lucu misalkan. Bisa juga anda menceritakan ihwal pengalaman anda berakhir pekan di puncak kemarin atau rencana anda pada liburan Idulfitri mendatang. Intinya ialah sesuatu yang positif. Bukan juga mengeluh ihwal atasan atau pekerjaan anda.

Dale Carnegie pernah berkata :
”Dalam 2 bulan anda akan memiliki lebih banyak sahabat dengan cara antusias terhadap cerita-cerita mereka dibandingkan 2 tahun anda mencari sahabat dengan cara berusaha memancing mereka tertarik pada cerita-cerita anda.”

Cobalah memberi tugas lebih dalam berbicara untuk lawan bicara anda. Kelak anda akan membangun sebuah kekerabatan yang berkualitas.

Mungkin anda sudah sering mendengar istilah “mengapa Tuhan membuat 2 indera pendengaran dan 1 mulut? … supaya kita lebih banyak mendengarkan dibanding berbicara.
 2.  Tidak merespon dengan baik.
 
Jika seseorang bercerita ihwal pengalamannya, jangan sekedar mengangguk atau menjawab dengan kalimat singkat.
 Terbukalah dan katakan apa yang anda pikirkan. Ekspresikan perasaan anda.
3.  Berbicara ihwal hal - hal absurd maupun negatif

Pernahkan anda berkenalan dengan seseorang dan sehabis itu beliau berbicara ihwal hal-hal absurd atau negatif, ibarat kesehatannya yang memburuk, kisah pembunuhan, atasannya yang menyebalkan, atau memakai bahasa absurd yang hanya beliau dan temannya yang mengetahui artinya.

Saya rasa tidak ada keuntungannya berbicara hal-hal absurd atau negatif ibarat itu. Orang-orang akan bahagia berbicara kepada anda bila anda selalu memperlihatkan energi nyata dalam setiap kata-kata yang anda keluarkan.
4.  Tidak mendengarkan
 Sebagian besar orang bukanlah tipekal pendengar yang baik. Ini tentu saja bekerjasama dengan ego mereka yang tinggi, yang justru ingin lebih didengarkan dibanding mendengarkan. Dalam setiap percakapan mereka tampaknya tidak tahan menunggu giliran untuk berbicara.
Belajarlah menekan ego anda untuk mendengarkan secara sungguh-sungguh apa yang orang lain katakan.

Ketika anda mengambil perilaku untuk mulai mendengarkan, anda sedang membuka jalan untuk terciptanya suatu kekerabatan (apapun) yang sangat potensial. Namun tetap hindari balasan singkat “ya” atau “tidak”, alasannya bila anda ibarat itu lawan bicara anda akan memperlihatkan isu setengah-setengah kepada anda. Antusiaslah terhadap topik yang sedang mereka bicarakan, sebagai contoh, bila lawan bicara anda sedang bercerita ihwal pengalamannya mendaki gunung pada tamat ahad lalu, anda sanggup bertanya kepadanya : 
  1. gunung apa yang anda daki?
  2. apa yang ada sukai dari mendaki gunung?
  3. apa saja yang anda lakukan di atas gunung?
Pertanyaan-pertanyaan semacam itu akan membuat topik percakapan menjadi lebih mendalam, lebih menarik, serta memancing lebih banyak lagi topik untuk didiskusikan. Dan yang tak kalah pentingnya lawan bicara anda mengetahui bahwa anda sungguh-sungguh sedang mendengarkannya. Hal ini tentu saja akan membuat tingkat respek lawan bicara anda bertambah pada anda.
5.  Terlalu banyak bertanya

Beberapa pertanyaan sanggup berarti anda antusias dengan lawan bicara anda, namun terlalu banyak bertanya pun jadinya menjadi tidak baik alasannya tampaknya anda sedang menginterogerasi lawan bicara anda, dan sanggup membuat mereka menjadi tidak nyaman.

6.  Kehabisan topik untuk dibicarakan

Dalam percakapan mungkin anda sering merasa kehabisan topik untuk dibicarakan dengan lawan bicara anda, terutama bila anda berbicara dengan seseorang yang gres saja anda kenal.

7.  Keinginan "Selalu Benar"

Orang tidak akan terkesan kepada anda bila anda selalu ingin merasa benar dalam setiap percakapan. Seringkali pembicaraan bukan betul-betul sebuah diskusi. Kadang-kadang kita ingin menjaga mood tetap baik dengan berbicara dengan seseorang. Sebagai teladan : salah satu sahabat anda ingin bercerita kepada anda mengenai serunya pengalaman berarung riam sampai-sampai bahtera karetnya terbalik. Namun anda malah berbicara bagaimana berarung riam yang baik. Saya yakin mood sahabat anda akan pribadi berubah.

8.  Menginterupsi

Apakah yang anda rasakan bila pembicaraan anda dipotong oleh lawan bicara anda? … Ya, lawan bicara anda pun akan mencicipi hal yang sama bila anda memotong pembicaraannya.

9.  Penyampaian buruk

Salah satu hal yang paling penting dalam percakapan bukanlah apa yang anda katakan, melainkan bagaimana anda menyampaikannya.

Perubahan dalam kebiasaan ini akan membuat perbedaan besar, alasannya bunyi dan bahasa badan ialah bab yang sangat vital dalam percakapan. Beberapa hal dibawah ini untuk anda pertimbangkan :

Sampaikan dengan perlahan. Ketika anda berbicara ihwal suatu hal yang sangat menyenangkan, gampang sekali bagi anda untuk memulai percakapan tersebut dan bahkan anda sanggup berbicara dengan sangat cepat. Usahakan anda memperlambat kecepatan bicara anda, alasannya akan lebih gampang bagi lawan bicara anda untuk mendengarkan dan menangkap maksud yang ingin anda sampaikan.
  1. Bicaralah dengan bunyi lantang. Tidak perlu ragu, alasannya lawan bicara anda memang ingin mendengarkan anda.
  2. Bicaralah dengan jelas. Jangan ibarat bergumam.
  3. Bicaralah dengan bunyi yang tidak monoton. Libatkan emosi dalam bunyi anda.
  4. Gunakan jeda. Penyampaian dengan perlahan ditambah dengan jeda akan membuat lawan bicara anda lebih perhatian dalam mendengarkan dan suasana pun menjadi lebih rileks.
  5. Gunakan bahasa badan yang baik. Dalam artikel mendatang, saya akan membahas bagaimana memakai bahasa badan yang baik.