Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kisah Ki Ageng Mangir Dan Kesaktiannya


Petilasan Mistis Ki Ageng Mangir Di Bantul Yogyakarta (Foto: www.hantupedia.com)

Bagi kalian yang merupakan orang Jawa dan masih memegang teguh kearifan lokal kejawen, kalian niscaya sudah tak absurd lagi dengan kisah mistis Ki Ageng Mangir. Kisah mistis yang karakternya mempunyai kaitan kelam dengan Kerajaan Mataram itu memang menarik untuk disimak. Lantas, siapakah ia? Bagaimana sepak terjangnya? Seperti apa peninggalan pusakanya?

Konon, Ki Ageng Mangir merupakan putera dari Ki Ageng Bondan yang merupakan keturunan dari sisa-sisa silsilah kerajaan Majapahit. Memiliki nama panjang Raden Jaka Humbul Wonoboyo, Ki Ageng Mangir merupakan seorang sakti yang kesaktiannya sempat menciptakan Raja Mataram dikala itu, Panembahan Senopati, ketar-ketir.

Banyak versi kisah dari sepak terjang Ki Ageng Mangir. Dua yang sangat menarik ialah kisahnya dalam catatan Babad Mangir, perihal permusuhan dan peperangannya melawan tentara Mataram alasannya ialah perbedaan kepercayaan, dan kisah pertemuannya dengan mitos ilar berisisik emas di salah satu telaga di Ponorogo. Khusus untuk kisahnya yang kedua, ia merupakan cikal bakal dari legenda ‘baru klinting’. Banyak yang menyampaikan bahwa gres klinting justru merupakan pusaka dari Ki Ageng Mangir sendiri.

Salah satu pusaka yang dimiliki Ki Ageng ialah pisau sakti. Pisau itu tak nampak sakti alasannya ialah bentuknya yang sederhana. Pisau itu mempunyai pantangan untuk tidak diletakan di pangkuan gadis perawan. Suatu hari, pantangan itu dilanggar. Dipinjamkan pada seseorang berjulukan Sarinem untuk program higienis desa, tanpa sengaja Sarinem yang masih perawan itu meletakannya di pangkuannya. Seketika pisau itu menghilang. Mendapat kabar perihal kehilangan pisau itu, dan apa yang bekerjsama terjadi, Ki Ageng segera mempersunting Sarinem. Hasil dari ijab kabul mereka menghasilkan lekahiran seekor naga yang merupakan penjelmaan pisau sakti.

Bertapa di gunung Merapi, Ki Ageng dicari-cari oleh si naga yang merupakan anaknya. Hingga Ki Ageng harus keluar dari pertapaan alasannya ialah anaknya itu terus menyerang warga desa. Si naga alhasil bermetamorfosis menjadi tombak Baru Klinting sehabis gagal memenuhi syarat Ayahnyauntuk melingkari gunung Merapi.

Permusuhan Ki Ageng Mangir dengan Panembahan Senopati ialah suatau pengetahuan yang umum. Panembahan Senopati takut kepada Ki Ageng Mangir, ia takut alasannya ialah Ki Ageng mempunyai pusaka yang lebih sakti dari apa yang ia miliki. Sebab itu, ia mengutus salah satu anaknya yang berjulukan Roro Pembayung untuk menarik hati Ki Ageng sampai jatuh cinta dan mempersuntingnya. Harapannya, dengan begitu, Ki Ageng sanggup melaksanakan konsolidasi keyakinan.

sumber: kumparan