Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Misteri Hutan Final Hidup

Google Images : Aokigahara Forests (Suicide Forest)
Misteri Hutan janjkematian - Aokigahara atau dengan kata lain Hutan Bunuh Diri atau Sea of Trees, dengan luas 35 kilometer persegi hutan yang terletak di dasar barat maritim Gunung Fuji di Jepang. Hutan berisi sejumlah pohon pohon besar tampak menyerupai hutan lainnya. Karena hutan ini tidak di lewati angin dari luar kehidupan di hutan ini sangat sunyi dan tenang.

Hutan tersebut memilii kekerabatan bersejarah dengan setan dalam mitologi Jepang dan merupakan tempat yang terkenal untuk bunuh diri meskipun banyak tanda tanda sebelum memasuki hutan tersebut menyerupai mempertimbangkan kembali tindakannya tetapi tetap tidak dihiraukan

Lantai hutan terutama terdiri dari batuan vulkanik dan sulit ditembus dengan alat keras menyerupai picks atau sekop. Ada juga banyak sekali jalur yang tidak resmi yang dipakai pada tahunan untuk berburu badan yang dilakukan oleh relawan lokal. Dalam beberapa tahun terakhir, pejalan kaki dan wisatawan melalui Aokigahara telah mulai memakai pita plastik untuk menandai jalan mereka sehingga untuk menghindari tersesat.

Meskipun para pejabat setempat mencoba untuk menghapus rekaman waktu dan waktu lagi, turis dan pencari sensasi niscaya meninggalkan lebih dan lebih sampah, dan banyak hal kebohongan tersebar di seluruh kilometer pertama dari hutan, melewati jalan yang ditunjuk mengarah ke tempat wisata menyerupai Gua ES dan Wind Cave. Setelah kilometer pertama ke Aokighara menuju Gunung Fuji, hutan ialah yang lebih murni kondisinya dengan sedikit tanda tanda terperinci ada kehadiran insan disana.

Hutan ini terkenal untuk tempat bunuh diri, dilaporkan paling terkenal di Jepang dengan Statistik yang bervariasi, tetapi apa yang di dokumentasikan ialah bahwa selama periode menjelang tahun 1988, sekitar 100 perkara bunuh diri terjadi disana setiap tahunnya. Pada tahun 2003, 105 jenazah ditemukan di hutan, melebihi rekor sebelumnya dari 78 jenazah pada tahun 2002. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah kawasan telah berhenti mempublikasikan angka- angka dalam upaya untuk mengecilkan asosiasi Aokigahara dengan bunuh diri.

Pada tahun 2004, 108 orang bunuh diri di hutan itu. Pada tahun 2010, 247 orang mencoba bunuh diri di hutan, 54 di antaranya menuntaskan nya dengan bunuh diri. Bunuh diri dikatakan meningkat selama Maret. Pada 2011, cara yang paling umum bunuh diri di hutan yang menggantung dan overdosis narkoba. Tingginya tingkat bunuh diri telah menyebabkan pejabat untuk menempatkan tanda tanda di hutan, dalam bahasa Jepang dan bahasa Inggris, mendesak para pengunjung yang ingin bunuh diri untuk mencari sumbangan dan tidak bunuh diri. Pencarian badan tahunan telah dilakukan oleh Polisi, relawan dan jurnalis semenjak tahun 1970

Popular