Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ini Ia Suku Di Indonesia Yang Mempunyai Mata Berwarna Biru

INI DIA SUKU DI INDONESIA YANG MEMILIKI MATA BERWARNA BIRU

Ngaconya .- Di Indonesia mempunyai banyak ras, suku dan juga budaya yang tersebar di seluruh pulau dari Sabang sampai Merauke, keragaman ras dan suku budaya mereka ternyata mempunyai sejarah dan juga kisah unik, salah satunya yaitu suku di pedalaman Indonesia yang mempunyai keunikan dari segi fisik dan juga budaya.

Beberapa ras dan suku budaya tersebut terdapat beberapa suku yang mempunyai fisik yang cukup unik, diantaranya mereka bermata biru serta mempunyai rambut berwarna pirang, padahal mereka termasuk kedalam suku yang cukup primitif dan juga tinggal di pedalaman hutan, menyerupai apa kisahnya, ikuti disini


Ternyata suku bermata biru tidak hanya terdapat di Halmahera, ternyata di Buton juga terdapat suku yang mempunyai mata berwarna biru.

Seperti di beritakan oleh Good News From Indonesia, La Ode Yusrie menceritakan kisahnya dikala bertemu dengan seorang pedagang yang berasal dari Pulau Siompu, Sulawesi Tenggara yang berjulukan Umar.

Yusrie menyampaikan bahwa pada mulanya kedatangannya hanya ingin meneliti ihwal kebudayaan dengan melaksanakan pengamatan terhadap benteng-benteng yang ada di Siompu.

Setelah bertemu Umar fokusnya lalu berubah, dimana dikala itu Umar menyampaikan bahwa di salah satu suku yang terdapat di Sulawesi Tenggara terdapat masyarakat yang bermata biru.

Siompu yaitu kecamatan yang termasuk kedalam wilayah Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara, pulau ini sanggup di capai sekitar 40 menit dengan memakai bahtera boat dari pelabuhan Topa, Kota Baubah.

Menurut Yusrie bahwa di pulau tersebut terdapat suku masyarakat yang mempunyai mata biru, dimana mereka tinggal di suatu pegunungan di Desa Kaimbulawa yang jaraknya cukup jauh dari sentra kecamatan Siompu Timur.


Awalnya Yusrie menerka bahwa perkataan Umar hanya bohong belaka, namun ketika beliau tiba sendiri ke Desa Kaimbulawa dan lalu bertemu dengan salah seorang warga yang berjulukan Dala (50 Tahun) dan juga anaknya yang berjulukan Ariska Dala (15 tahun) beliau gres percaya dengan apa yang dikatakan oleh Umar.

Dala berprofesi sebagai guru SD di Desa Waindawula, dan beliau juga menyambi kerja sebagai petani. Yusrie kini percaya dengan perkataan Umar sesudah bertemu pribadi dengan ke-2 orang tersebut.

Menurut Yusrie Dala mempunyai perawakan yang menyerupai dengan orang Eropa, dengan badan yang tinggi semampai, kulit yang putih, rambut pirang serta mempunyai mata yang biru, demikian juga dengan anaknya Ariska Dala.

Berdasarkan dongeng dari Dala, dahulu masyarakat Siompu erat dengan orang Portugis pada era ke-16.

“Saya hanya mengetahui sedikit. Yang persis tahu sejarahnya itu, kakak saya. Dia kini tinggal di Ambon. Dan sebagian besar komunitas ber-mata biru disini sudah banyak yang pindah ke tempat lain, salah satunya ke Ambon. Hanya sedikit saja yang masih tersisa dan lalu menentukan menetap di Siompu,” kata Dala, menyerupai dilansir dari Kendari Pos.


Seperti yang Dala ceritakan bahwa sekitar tahun 1600-an, pulau Siompu memang menjadi tempat persinggahan dari pelau-pelaut dari Eropa, salah satunya dari Portugis, dan sebagai bentuk persahabatan dari warga Siompu dengan Portugis dikala itu, pemimpin Portugis lalu mempersunting Gadis asal Siompu yang berjulukan Waindawula, gadis tersebut merupakan cucu dari La Laja, dimana beliau yaitu seorang aristokrat Wolio.

Menurut Yusrie dari hasil penelusurannya, dikala ini tersisi 3 rumpun yang masih mewariskan pigmen dari keterunan Portugis, dan kebanyakan dari mereka berprofesi sebagai Petani.

“Sebenernya banyak yang sudah kawin mawing atau kawin silang dengan orang-orang Portugis ketika itu. Dan keturunan mereka juga banyak yang mempunyai mata biru. Kalau tidak biru matanya biasanya rambutnya yang berwarna pirang,” Ucap Dala.

Di Desa Kaimbulawa dikala ini  masih ada kurang lebih 10 orang yang bermata biru, termasuk Dala dan juga anaknya. Sementara keturunan lainnya matanya tidak biru tapi rambutnya pirang serta kulitnya tetap putih. 

Jumlah penduduk di desa ini sekitar 20 KK. Dan Jarak rumah di sana pun saling berjauhan satu dengan yang lainnya. Dan Mereka lebih banyak menghabiskan waktunya di kebun.


Tak hanya di Pulau Siompu, fenomena serupa juga hadir di Lamno, Aceh Barat, dan pedalaman hutan Halmahera Timur. Kamu kudu percaya, Indonesia itu kaya

Ternyata pesona gadis yang bermata biru juga ternyata ada di Lamno, Aceh Barat dari dulu sampai dikala ini, sama menyerupai yang di katakan Dala bahwa mereka yang berada di Lamno juga merupakan keturunan dari orang-orang Portugis yang lalu mendarat di sana.

Dulu pemilik mata biru di desa Lamno begitu gampang di jumpai, namun dikala ini sangat jarang, alasannya yaitu tempat ini termasuk yang terkena efek Tsunami tahun 2004 silam.

Pesona gadis bermata biru juga dikenal di Lamno, Aceh Barat semenjak dulu sampai kini. Sama menyerupai yang Dala bilang, mereka yang di Lamno juga keturunan orang-orang Portugis yang mendarat di sana. Dulu, pemilik mata biru di Lamno begitu gampang ditemui, namun kini yang terjadi sebaliknya, karena tempat tersebut termasuk yang terkena efek tsunami 2004 silam.

Bagaimanapun juga keberagaman suku-suku dan juga ras serta budaya di Indonesia harus tetap terjaga demi warisan budaya serta keberlangsungan hidup mereka sampai kapanpun juga.